Senin, 04 Februari 2013

Destiny of Melody: Chapter II - Hello (Part 2)

Diposting oleh NANDA di 11:15:00 AM

Benteng pertahanan itu tak sekokoh tampaknya, masih banyak rongga-rongga yang kasat mata. Masih rapuh – Melody

Akhir-akhir ini Melody disibukkan dengan curhat colongan dari sepupunya tentang Arif, salah seorang mahasiswadi kampus ku juga. Entah apa yang terjadi diantara mereka berdua, yang aku tahu mereka sempat dekat dan tiba-tiba Arif menghilang begitu saja setelah pertemuan pertama mereka. Ironis sih, tapi tidak se-ironis aku dan … ah sudahlah. Aku benar-benar telah melupakannya.

Sejak mengetahui tentang Arif, Angel sedikit kepo tentang Arif. Dan tanpa aku sadari aku terseret ke dalam romantisme mereka yang telah berakhir. Aku mengagumi setiap kata yang tertuang dalam tweet-tweet puitis Arif. Dan dentingan gitarnya yang memainkan instrument dari Yiruma, composer dan pianis favoritku yang berasal dari korea, negeri dimana pacar ku (read: Lee Hong Ki) belajar di salah satu perguruan tinggi di sana. Hahaha sepertinya aku mulai sakit jiwa.

Aku menatap langit-langit kamarku. Menerawang Jauh. Membuka catatan di handphone ku dan mulai menuangkan imaji-imaji yang terlintas cepat dibenakku. Aku merekam suara ku sendiri sambil memutar lagu tahu diri, original soundtrack perahu kertas 2 yang dinyanyikan oleh Maudy Ayunda.

Hai … selamat bertemu lagi .. aku sudah lama menghindarimu .. sial ku lah …
Suara Maudy terdengar empuk ditelingaku. Aku menahan emosi yang sedikit mengguncang suaraku. Aku mulai meng-klik tombol record. Suara ku bergetar.

Bukan aku. tapi kamu yang menghindariku..
Bukan menghindar, tetapi menjauhi.. tepatnya mencoba menghilangkan diri dari hadapanku.
Pernah. Tapi tak sesakit ini.
Beberapa waktu tenggelam dalam beberapa tanya tak terjawab.
Yang aku tau kamu telah membentengi diri dari semua tentang aku.
Akhirnya berusaha untuk mencoba tahu diri. Aku siapa? Kamu siapa?
Seberapa lama waktu berdamai dengan kita untuk saling mengenal satu sama lain?
Belum terlambat. Sebelum kata “kita” berlaku diantara kata aku dan kamu. Berhasil. Suaraku mulai goyah.
 Cuman hanya sekejap.
Seandainya hari itu aku tidak melihatmu. Melihatmu dengan sengaja menghilangkan diri dari pandanganku. Aku berhenti sejenak. Mengingat peristiwa yang terjadi satu bulan yang lalu itu.
Benteng pertahanan yang aku bangun selama ini runtuh sekejap.
Bahkan kamu tidak tau apa yang aku telah perjuangkan untuk membangun benteng itu. Detik-detik yang berharga. Detik-detik dimana aku hterpaksa yang tenggelam dlm khayalan tentangmu
Entah naïf atau bodoh. Terus menerus mencari tahu tentang kamu.. Hingga Akhirnya aku tahu semua itu percuma
Terima kasih.
Aku cukup tahu diri atas alasan yang kau lontarkan hari itu.
Mencoba memahami
Dan mencoba untuk tidak mrnyesali semua semua yang telah berantakan ini.
Menghilang sajalah. Karena menghindari diri satu sama lain tidak akan pernah berhasil.
Untuk kamu, semoga suatu saat bisa mendengarkan ini.
Aku mematikan tombol record. Menghela nafas berat, kemudian menenggelamkan diri dibalik selimut. Tuhan, bisakah kau hilangkan sepotong memory tentang laki-laki itu????

**

You all have changed everything. Be aware, you lure me to do so – Melody

Bentar lagi gue jemput. Anak-anak ngajakin jalan – Dian
Aku menghela nafas. Aku sedang tidak dalam kondisi mood yang bagus. Tapi aku harus ikut. Tidak lama kemudian suara klakson mobil terdengar dari depan rumahku. Aku melangkahkan kaki malas-malasan.
Ternyata benar. Mereka terus menerus berceloteh riang tentang liburan mereka yang menyenangkan. Aku bukan iri. Aku hanya kesal. Bukankah itu telah berakhir ? Hal yang paling memuakkan adalah berpura-pura untuk baru mengetahui bahwa mereka telah bersama-sama sejak siang tadi tanpa aku tahu. Padahal aku sudah tahu dari awal bahwa mereka sebelumnya sudah bersama-sama. Aku muak.
Akhirnya semua selesai. Tanpa sengaja aku menunjukkan foto Ilham kepada Sam, temanku.
“Sam, lo pernah liat orang ini nggak?” dan .. BINGO!!!!
“Iya, pernah ketemu di masjid komplek. Emang kenapa?”
“ntar gue certain. Waktunya nggak pas kalo sekarang”

**

Akhirnya Melody menceritakan segalanya kepada Sam yang sepertinya cukup terpercaya.
“lo jadi orang frontal banget sih, Mel. Terus agresif lagi, hati-hati .. cowok takut kalo dikejer begitu”
“iya gue tau kali gue frontal agresif gitu. Tapi seharusnya dia mikir, apa bener gue suka sama dia? Kaku banget sih itu orang ugh ..”Melody mulai kesal.
“lo kan cantik, Mel.. pasti banyak lah orang diluar sana yang bakal nyari elo .. santai lah ..”
Aku terdiam. Mencoba mencerna kata demi kata.
“iya kali gue juga masih muda. Gue punya banyak target yang harus gue kejer”
“Nah itu lo tau, sekarang kenapa lo masih stuck di orang itu ? emang dia mikirin elo ?” kata-kata dari Sam membuyarkan lamunan singkatku. “Mel ..coba lo belajar sama pingkan. Gimana caranya bikin cowok tertarik sama lo dari kata-kata yang lo ucapi,” tiba-tiba emosi Melody memuncak. Mencapai titik tertinggi yang pernah ada .
“Eh lo boleh ngatain gue frontal agresif segala macem, tapi satu yang musti elo catet ! gue ga akan BELAJAR dari orang lain hanya untuk narik perhatian orang! Gue ngga suka cara ngomong lo gini!”Melody bergetar hebat. Air mata-nya mulai menetes. Melody benar-benar benci dikaitkan dengan orang lain.
“hah ague cuman canda kali, Mel. Jangan diambil serius. Gue salah ya? Gue minta maaf … maksud gue nggak gitu .” Sam mulai kikuk. Ia sadar telah salah berbicara. Tapi terlambat. Tangis Melody pecah.
“Gue ga peduli lelo Cuma bercanda atau serius, lo boleh ngatain gue frontal! Tapi seharusnya lo juga mikir, lo pasti ga suka kan disbanding-bandingin ? “
“gue ga bermaksud ngebandingin elo, ya ampun mel kok jadi nangis gini ?”
“udah lah gue males. Jangan pernah bahas ini lagi”Melody menyeka air matanya dan langsung menarik tasnya pergi. Pingkan dan Dian menghampiri Sam dan Melody yang telah lebih dulu berlari ke parkiran.
“Melody kenapa, Sam ? Kalian berantem??”Dian mulai menginterogasi.
“Ah enggak kok, cuman salah paham biasa. Bentaran juga baikan. Biasalah dia kan moody hehehe yuk cabut”
Jangan salahin gue kalo ada dinding tipis di antara kita, semuanya udah berubah, guys. Melody memamerkan evil smirk-nya sambil memutar Beginning-nya One Ok Rock, band rock jepang favoritnya dan Lee Hong Ki. Melody tersenyum tipis. Gue bisa sinting mikirin Hongki segininya. Melody menginjak pedal gas lebih dalam, menerobos hujan yang menjadi suasana favoritnya.

**

0 komentar:

Posting Komentar

 

Melody of Life Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei