Oktober
2012
I changed. You changed. Everybody changed. Game
over.
Dengan sengaja aku meng-update
personal message bbm ku. Tanpa maksud sih, sungguh! Aku hanya `merasa
benar-benar bosan. Tiba-tiba terdengar notifikasi bbm masuk. Tumben. Aku
melihat sekilas list chat di bbm. Hanya
beberapa teman dekat dan oh my god!! Seseorang
terlihat di list chat itu. Ilham Wijaya.
Ilham
Wijaya, teman dari teman sepupu ku. Aku hanya iseng me-request bbm-nya beberapa
hari yang lalu. Murni keisengan semata. Info yang aku dapat, Ilham adalah anak
salah seorang dekan di salah satu perguruan tinggi di kotaku. Dan dia sama
sekali tertarik untuk berpacaran karena harus fokus kuliah. Awalnya aku
tertarik. Jarang ada cowok yang sebegitu gigih kuliah demi mendapatkan nilai
yang memuaskan.
Ilham : pm-nya
kenapa?
Melody : ngga
knp-knp sih, emang knp?
I: ngga sih. Kaya
ada masalah gitu.
M: hahaha cuman
iseng doing kok ilham J
I: panggil aja
Iam. Aku manggil apa nih ?
M: Melody aja ..
anyway ….
Percakapan
itu ternyata lebih panjang dari yang aku kira. Lebih menyenangkan daripada yang
aku harapkan. Lebih indah ketika aku tahu banyak kesamaan diantara aku dan dia.
Tanpa aku sadari ada satu perbedaan yang pada akhirnya mengantarkanku pada
suatu keadaan yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.
**
“Bangun
mel, subuh gih …”
Selalu.
Setiap hari. Setiap waktu. Iam berbeda dari beberapa cowok yang sering bbm-an
dengan aku. Dia perhatian, tapi dengan cara yang berbeda. Aku suka caranya
mempedulikanku.
“Lagi
apaan boy ?” iseng ku ketik bbm untuknya pagi itu.
“lagi
di jalan ke kampus, girl. Macet … mana sinyal susah. Abis kampusku dekat hutan
sih haha” aku tersenyum. Tidak pernah ada kata bosan berbincang-bincang
dengannya. Selalu. Seperti itu. Untuk beberapa saat.
**
“Mel
.. MU main nih…”aku tersenyum. Selalu. Bbm darinya benar-benar menghibur.
“semoga
tim kakek kita menang ya, Am hhi “
Selalu.
Setiap waktu.
**
Begitu
indah untuk dilewatkan. Hari-hariku diwarnai dengan bbm-bbm menghibur darinya.
“Halo
mel, kuliah hari ini. Berapa sks ?”
Orang
pertama yang bertanya dengan cara itu. Karena yang aku tahu, orang-orang
disekitarku bertanya mata kuliah, bukan SKS yg ditempuh hari itu. Benar-benar
unik.
“3
sks am, tapi kelas sore ini. Kamu ?”
“Cuma
2 sks sih. Seharusnya ada 4 sks lagi. Tapi dosennya jarang masuk. Males banget
mana kampusnya jauh gini ..”
“Sabar
Iaaaaaaaam, demi masa depan yang cerah yaa hahahaha”
**
Aku
melihat jam sekilas. Jam 9 malam. Benar-benar lelah menyetir mobil sendiri. Andai
ada yang bisa anter jemput kalo pulang malam begini. Aku menghela nafas pelan. Lampu
LED bb ku terlihat berkedip, ah pasti Iam. Tanpa aku sadari setiap melihat nama
Iam di bbmku, aku tersenyum.
“udah
dijalan mel ?”
“iya
udah nih “
“hati-hati
yaa, liat kanan kiri depan belakang siapa tau ada sesuatu hahaha”
“IAAAAAAAM
!!!!”
“apaan
?? haha”
Aku
benar-benar kesal. Dan juga agak sedikit takut. Tanpa berpikir panjang aku
membalas bbm itu singkat.
“I
love you”
“hahaha
“singkat. Padat dan jelas. Beberapa detik kemudian aku sadar. Semuanya benar-benar
berubah. Game over.
Malam
itu tim kesayangan aku dan dia main. Manchester United. Malam itu pula aku
tahu, ada orang lain yang dekat dengannya.
Aku
memang tidak dekat seperti bayangan orang-orang pada umumnya dengan Ilham. Aku hanya
menikmati chatting sederhana dengannya. Dinda. Mahasiswi desain grafis itu
merubah segalanya.
**
Lost
contact. Aku benar-benar merasa ada yang hilang. Perasaan itu bukan perasaan spesial.
Hanya perasaan “terbiasa”. Perasaan yang paling sulit untuk dilupakan. Tak semudah
melupakan cinta bagi ku. Sebagai orang yang terbuka, tanpa berpikir panjang aku
meluapkan perasaan hilang itu di social media. Twitter. Ternyata kesalahpahaman
itu berujung kepada kebencian yang akhirnya aku tahu tidak akan ada akhirnya.
Pagi
itu, ntah kenapa aku mencari nama ilham di daftar kontak bbm ku. Aku di hapus
dari kontak bbm-nya. Bener-benar serangan jantung di pagi hari. Kicauan ku di
social media, di blog pribadiku semakin liar. Aku benar-benar merasa hina. Hingga
akhirnya aku tahu tidak akan pernah ada kata “sahabat” diantara aku dan dia. Apalagi
kata “kita”. Akun twitterku di block darinya, twitter ilham di private. Kebencian
membakarku sampai ke ubun-ubun.
0 komentar:
Posting Komentar