Rabu, 30 Januari 2013

Destiny of Melody : Chapter 1 - Flashback (Part 1)

Diposting oleh NANDA di 11:06:00 PM

Oktober  2012
I changed. You changed. Everybody changed. Game over. Dengan sengaja aku meng-update personal message bbm ku. Tanpa maksud sih, sungguh! Aku hanya `merasa benar-benar bosan. Tiba-tiba terdengar notifikasi bbm masuk. Tumben. Aku melihat sekilas list chat di bbm. Hanya beberapa teman dekat dan oh my god!! Seseorang terlihat di list chat itu.  Ilham Wijaya.

Ilham Wijaya, teman dari teman sepupu ku. Aku hanya iseng me-request bbm-nya beberapa hari yang lalu. Murni keisengan semata. Info yang aku dapat, Ilham adalah anak salah seorang dekan di salah satu perguruan tinggi di kotaku. Dan dia sama sekali tertarik untuk berpacaran karena harus fokus kuliah. Awalnya aku tertarik. Jarang ada cowok yang sebegitu gigih kuliah demi mendapatkan nilai yang memuaskan.

Ilham : pm-nya kenapa?
Melody : ngga knp-knp sih, emang knp?
I: ngga sih. Kaya ada masalah gitu.
M: hahaha cuman iseng doing kok ilham J
I: panggil aja Iam. Aku manggil apa nih ?
M: Melody aja .. anyway ….

Percakapan itu ternyata lebih panjang dari yang aku kira. Lebih menyenangkan daripada yang aku harapkan. Lebih indah ketika aku tahu banyak kesamaan diantara aku dan dia. Tanpa aku sadari ada satu perbedaan yang pada akhirnya mengantarkanku pada suatu keadaan yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.

**

“Bangun mel, subuh gih …”
Selalu. Setiap hari. Setiap waktu. Iam berbeda dari beberapa cowok yang sering bbm-an dengan aku. Dia perhatian, tapi dengan cara yang berbeda. Aku suka caranya mempedulikanku.
“Lagi apaan boy ?” iseng ku ketik bbm untuknya pagi itu.
“lagi di jalan ke kampus, girl. Macet … mana sinyal susah. Abis kampusku dekat hutan sih haha” aku tersenyum. Tidak pernah ada kata bosan berbincang-bincang dengannya. Selalu. Seperti itu. Untuk beberapa saat.

**

“Mel .. MU main nih…”aku tersenyum. Selalu. Bbm darinya benar-benar menghibur.
“semoga tim kakek kita menang ya, Am hhi “
Selalu. Setiap waktu.

**

Begitu indah untuk dilewatkan. Hari-hariku diwarnai dengan bbm-bbm menghibur darinya.
“Halo mel, kuliah hari ini. Berapa sks ?”
Orang pertama yang bertanya dengan cara itu. Karena yang aku tahu, orang-orang disekitarku bertanya mata kuliah, bukan SKS yg ditempuh hari itu. Benar-benar unik.
“3 sks am, tapi kelas sore ini. Kamu ?”
“Cuma 2 sks sih. Seharusnya ada 4 sks lagi. Tapi dosennya jarang masuk. Males banget mana kampusnya jauh gini ..”
“Sabar Iaaaaaaaam, demi masa depan yang cerah yaa hahahaha”

**

Aku melihat jam sekilas. Jam 9 malam. Benar-benar lelah menyetir mobil sendiri. Andai ada yang bisa anter jemput kalo pulang malam begini. Aku menghela nafas pelan. Lampu LED bb ku terlihat berkedip, ah pasti Iam. Tanpa aku sadari setiap melihat nama Iam di bbmku, aku tersenyum.
“udah dijalan mel ?”
“iya udah nih “
“hati-hati yaa, liat kanan kiri depan belakang siapa tau ada sesuatu hahaha”
“IAAAAAAAM !!!!”
“apaan ?? haha”
Aku benar-benar kesal. Dan juga agak sedikit takut. Tanpa berpikir panjang aku membalas bbm itu singkat.
“I love you”
“hahaha “singkat. Padat dan jelas. Beberapa detik kemudian aku sadar. Semuanya benar-benar berubah. Game over.
Malam itu tim kesayangan aku dan dia main. Manchester United. Malam itu pula aku tahu, ada orang lain yang dekat dengannya.
Aku memang tidak dekat seperti bayangan orang-orang pada umumnya dengan Ilham. Aku hanya menikmati chatting sederhana dengannya. Dinda. Mahasiswi desain grafis itu merubah segalanya.

**

Lost contact. Aku benar-benar merasa ada yang hilang. Perasaan itu bukan perasaan spesial. Hanya perasaan “terbiasa”. Perasaan yang paling sulit untuk dilupakan. Tak semudah melupakan cinta bagi ku. Sebagai orang yang terbuka, tanpa berpikir panjang aku meluapkan perasaan hilang itu di social media. Twitter. Ternyata kesalahpahaman itu berujung kepada kebencian yang akhirnya aku tahu tidak akan ada akhirnya. 

Pagi itu, ntah kenapa aku mencari nama ilham di daftar kontak bbm ku. Aku di hapus dari kontak bbm-nya. Bener-benar serangan jantung di pagi hari. Kicauan ku di social media, di blog pribadiku semakin liar. Aku benar-benar merasa hina. Hingga akhirnya aku tahu tidak akan pernah ada kata “sahabat” diantara aku dan dia. Apalagi kata “kita”. Akun twitterku di block darinya, twitter ilham di private. Kebencian membakarku sampai ke ubun-ubun. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Melody of Life Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei