Rabu, 30 Januari 2013

Destiny of Melody: Chapter II - Hello (Part 1)

Diposting oleh NANDA di 11:15:00 PM 0 komentar

Aluna Melodia. Tercatat sebagai mahasiswi fakultas ekonomi di salah satu perguruan tinggi negeri di  Palembang. Berprestasi cukup gemilang. Soal cantik… itu relatif. Tergantung dari mana kita menilai seorang Melody. Ketika ditanya oleh teman-temannya tentang bagaimana seorang Melody itu, Melody menjawab “Tipe darah B, Cancer, K-Pop fan. Kalo lo mau tau lebih lanjut, baca fakta tentang tipe darah B dan Cancer! Hahahaa”Melody tertawa lepas. Melody benar-benar mempercayai hampir semua fakta tentang tipe darah B dan zodiac Cancer. Dia akan menjawab “It’s so meeee!!!”.

Melody melangkah riang menuju kelas. Dia sangat mencintai hari ini. Senin. Itu nggak selalu monster day, opininya saatt ini. Melody sangat mencintai mata kuliah manajemen operasi. Karena dia akan bertemu dengan beberapa cowok yang menurutnya goodlooking dan pantas dijadikan motivasi kuliah untuk mata kuliah itu.
Kevin. Cowok yang digandrungi Dian, sahabatnya, salah satu penghuni kelas MO itu. Tinggi,dan terlihat seperti keturunan korea. Benar-benar tipe idaman seluruh wanita.
Kemudian Alex. Salah satu anggota klub fotografi yang cukup popular di kampusku. Terlihat seperti bad boy, tapi rajin iPray 5, maksudnya .. sholat. Sebagai muslim yang taat. 

“hari ini siapa yang presentasi, Di ?”
“kelompok 3 sih kayaknya. Yang lain pada kemana?”Dian membolak-balik buku Manajemen Operasi didepannya.
“mana gue tau ..” melody mengeluarkan buku dari tasnya. Selang beberapa saat , asisten dosen datang. Alex yang duduk tepat dihadapannya tiba-tiba menoleh kebelakang.
“boleh gue pinjem buku lo? Gue ga ngerti kalo ga pake buku.”dengan bingung Melody menyodorkan buku miliknya untuk Alex. Melody menoleh kea rah Dian yang menatap dengan penuh arti.
“Apaaan?? “desis Melody pelan sambil melirik Dian tajam. Rasa kantuk mulai menyerang seantero kelas. Sejujurnya, Melody tidak begitu menyukai mata kuliah ini.

**

Reza Wijaya. Kakak tingkat yang akhir-akhir ini terlihat sering mencuri pandang kea rah Melody. Dari informasi yang belum valid, Reza tidak pernah berpacaran seumur hidupnya. Melody tersenyum geli setiap mengingat fakta yang belum pasti itu. Melody melihat layar gadget-nya. Notifikasi dari salah satu social media yang dimilikinya, Path. Melody sedikit terkejut. Reza Wijaya request di Path? Wow!
Dengan iseng Melody melihat sekilas timeline Path Reza. Dan beberapa detik kemudian dia sadar, Detik itu juga Reza akan mendapat notifikasi “Aluna Melodia visited your Path”. Ketauan kan kepo-nya........ Melody menghela nafas berat.
“Mel, ke kantin yuk ..”Dian menyadarkan Melody dari lamunan singkatnya di sore hari ini. Melody melangkah gontai.

Teman-temannya sibuk membahas perjalanan liburan mereka dan dipastikan Melody tidak akan ikut. Ada hal-hal yang harus dipertimbangkan dengan matang.
Melody membuka akun Instagram-nya dan berniat untuk sedikit kepo melihat followers salah satu temannya. Reza Wijaya? Tanpa pikr panjang Melody membuka Instagram Reza dan tanpa disadari dia meng-klik like button. Oh damn! Detik itu juga Melody meng-klik unlike button. Walaupun dia sebenarnya tahu, di gadget Reza akan terlihat bahwa Melody menyukai salah satu fotonya. Padahal faktanya, melody sama sekali tidak mem-follow akun Reza. Perfect.
Tidak lama dari kejadian “like dan unlike” itu, Melody membuka notifikasi baru. Request dari Reza yang ingin mem-follow instagramnya. GOOD! Ah my life is over nowwww. Melody pasrah.

** 

Destiny of Melody : Chapter 1 - Flashback (Part 2)

Diposting oleh NANDA di 11:13:00 PM 0 komentar

November 2012
Kuliah masih beberapa jam lagi, iseng aku buka blog pribadiku dan menulis beberapa entry. Salah satunya curhat colongan tentang Ilham. Seseorang yang membuat seorang Melody yng tidak pernah memikirkan permasalahan dengan makhluk bernama cowok itu terpaksa galau untuk beberapa minggu terakhir ini. Aku menceritakan permasalahanku yang ternyata cukup besar bagi dia di blog pribadiku. Tentu saja dari sudut pandangku.
Beberapa jam kemudian aku melihat chat yang tertinggal di blog ku. Nama asing. Tanpa meninggalkan URL.

Terkadang laki-laki ilfeel dengan cewek frontal.ada juga jaman begini hari, sekedar dibaikin, ceritanya udah meluas kayak surat kabar. pernah denger? Bilangnya di-pdkt-in taunya dasaran aja yang geer. Rata-rata sih ya.. – Zeni
                              
Bener, gue dulu juga gitu. Gue kira dia suka sama dia, taunya gue salah tafsir. Malu sendiri gue. Dia ngga bakal menjauh kalo dia emang sayang - Sila

Who the hell you’re guys! Your comments are too rude! Aku benar-benar kesal. Aku benar-benar curiga, mungkinkah itu Dinda, teman Ilham yang merupakan mahasiswi desain grafis itu. Entahlah. Aku muak dengan permasalahan yang sepele ini.

**

“Angel! Tolong lo omongin sama sepupu lo, gausah bikin orang salah paham dan seolah-olah salah. Bilangin sama sepupu tercinta lo, ga usah berkoar-koar di social media atau apapun! Bilang juga, ga usah bikin cerita asal! Sekarang yang childish itu gue atau dia ! FYI, yaa gue tau apa yang dia tulis di social media ataupun blognya. NGGAK PERNAH SAMA SEKALI SUKA sama dia!!! Jangan berlebihan !!! GUE JIJIK SAMA DIA.”
Aku shock berat. sakit hati. speechless. Aku tarik bb sepupu ku dari tangannya. Bahkan untuk mengetik balasan bbm itu tubuh ku bergetar hebat. Airmata ku tumpah seketika. Apa aku sehina itu ?
“emang ada masalah apa sih diantara kalian ? gara-gara i love you itu ? hahahha dia emang kl udah jd temen suka gitu kok, lo lebay banget sih hahah”
“sodara gue bukan, orangtua gue juga bukan, ngapain harus ngomong kayak gitu coba? Dan lagi tweet-tweet childish nya itu tolong di-rem ya ga usah sok nge-publish masalah yang sebenernya ngga selebay itu. Gue ngga pernah ngedeketin gue”
Benar-benar diluar dugaan. Tipe darah B tidak selalu fleksibel, ada sebagian yang masih kaku seperti Ilham.
“kali aja tweetnya itu bukan buat elo kali hahaa” lagi gue berpura-pura menjadi Angel membalas bbm panas dari Ilham.
“kalo gitu, kenapa dia tulis inisial nama gue di social media yg dia punya ???”
Shit. Sebegitu kepo-nya Ilham dengan segala macam kicauan ku di social media ? Hell!
“dia juga udah nganggep lo sebagai sahabatnya kali. Lo jangan salah paham dong”
“Sekali lagi gue ingetin ya, seharusya sebagai cewek sepupu lo itu sadar ! jaga omongannya! inget pepatah mulutmu harimau mu ! seharusnya dengan gue nge-delete sepupu lo dari bbm dan twitter bikin dia sadar dengan kelakuannya! Dan satu lagi yang gue tegasin. GUE GA PERNAH SUKA SAMA DIA. GUE NGGA PERNAH NGEDEKETIN DIA SAMA SEKALI.”
Holy shit. Damn. Airmataku yang berharga ini tumpah. Ilham memang laki-laki yang tidak memiliki perasaan. Dan bahkan dia memiliki adik perempuan. Aku tidak pernah berharap suatu saat ada balasan untuk Ilham. Karena aku tau, seorang Aluna Melodia tidak akan pernah berbalik menyakiti.

**

Desember 2012
Hari itu Angel mengajakku menonton film yang kata orang benar-benar menginsprirasi. Film dari kisah cinta seorang tokoh di Negara ku ini. Sambil menunggu waktu, aku dan Angel menyusuri setiap butik di mall itu. Sampai aku menyadari di depanku ada sesosok orang yang sepertinya aku kenal. Muhammad Ilham. Tidak sendiri, dengan wanita lain. Dinda. Mereka terlihat pergi menghindari aku dan Angel. Sakitnya tidak sesakit ketika aku mengetahui alasan-alasan hilangnya Ilham dari hari-hariku .
Cukup. Sudah berakhir. Tidak akan ada “kita” diantara aku dan Ilham.

**

Destiny of Melody : Chapter 1 - Flashback (Part 1)

Diposting oleh NANDA di 11:06:00 PM 0 komentar

Oktober  2012
I changed. You changed. Everybody changed. Game over. Dengan sengaja aku meng-update personal message bbm ku. Tanpa maksud sih, sungguh! Aku hanya `merasa benar-benar bosan. Tiba-tiba terdengar notifikasi bbm masuk. Tumben. Aku melihat sekilas list chat di bbm. Hanya beberapa teman dekat dan oh my god!! Seseorang terlihat di list chat itu.  Ilham Wijaya.

Ilham Wijaya, teman dari teman sepupu ku. Aku hanya iseng me-request bbm-nya beberapa hari yang lalu. Murni keisengan semata. Info yang aku dapat, Ilham adalah anak salah seorang dekan di salah satu perguruan tinggi di kotaku. Dan dia sama sekali tertarik untuk berpacaran karena harus fokus kuliah. Awalnya aku tertarik. Jarang ada cowok yang sebegitu gigih kuliah demi mendapatkan nilai yang memuaskan.

Ilham : pm-nya kenapa?
Melody : ngga knp-knp sih, emang knp?
I: ngga sih. Kaya ada masalah gitu.
M: hahaha cuman iseng doing kok ilham J
I: panggil aja Iam. Aku manggil apa nih ?
M: Melody aja .. anyway ….

Percakapan itu ternyata lebih panjang dari yang aku kira. Lebih menyenangkan daripada yang aku harapkan. Lebih indah ketika aku tahu banyak kesamaan diantara aku dan dia. Tanpa aku sadari ada satu perbedaan yang pada akhirnya mengantarkanku pada suatu keadaan yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.

**

“Bangun mel, subuh gih …”
Selalu. Setiap hari. Setiap waktu. Iam berbeda dari beberapa cowok yang sering bbm-an dengan aku. Dia perhatian, tapi dengan cara yang berbeda. Aku suka caranya mempedulikanku.
“Lagi apaan boy ?” iseng ku ketik bbm untuknya pagi itu.
“lagi di jalan ke kampus, girl. Macet … mana sinyal susah. Abis kampusku dekat hutan sih haha” aku tersenyum. Tidak pernah ada kata bosan berbincang-bincang dengannya. Selalu. Seperti itu. Untuk beberapa saat.

**

“Mel .. MU main nih…”aku tersenyum. Selalu. Bbm darinya benar-benar menghibur.
“semoga tim kakek kita menang ya, Am hhi “
Selalu. Setiap waktu.

**

Begitu indah untuk dilewatkan. Hari-hariku diwarnai dengan bbm-bbm menghibur darinya.
“Halo mel, kuliah hari ini. Berapa sks ?”
Orang pertama yang bertanya dengan cara itu. Karena yang aku tahu, orang-orang disekitarku bertanya mata kuliah, bukan SKS yg ditempuh hari itu. Benar-benar unik.
“3 sks am, tapi kelas sore ini. Kamu ?”
“Cuma 2 sks sih. Seharusnya ada 4 sks lagi. Tapi dosennya jarang masuk. Males banget mana kampusnya jauh gini ..”
“Sabar Iaaaaaaaam, demi masa depan yang cerah yaa hahahaha”

**

Aku melihat jam sekilas. Jam 9 malam. Benar-benar lelah menyetir mobil sendiri. Andai ada yang bisa anter jemput kalo pulang malam begini. Aku menghela nafas pelan. Lampu LED bb ku terlihat berkedip, ah pasti Iam. Tanpa aku sadari setiap melihat nama Iam di bbmku, aku tersenyum.
“udah dijalan mel ?”
“iya udah nih “
“hati-hati yaa, liat kanan kiri depan belakang siapa tau ada sesuatu hahaha”
“IAAAAAAAM !!!!”
“apaan ?? haha”
Aku benar-benar kesal. Dan juga agak sedikit takut. Tanpa berpikir panjang aku membalas bbm itu singkat.
“I love you”
“hahaha “singkat. Padat dan jelas. Beberapa detik kemudian aku sadar. Semuanya benar-benar berubah. Game over.
Malam itu tim kesayangan aku dan dia main. Manchester United. Malam itu pula aku tahu, ada orang lain yang dekat dengannya.
Aku memang tidak dekat seperti bayangan orang-orang pada umumnya dengan Ilham. Aku hanya menikmati chatting sederhana dengannya. Dinda. Mahasiswi desain grafis itu merubah segalanya.

**

Lost contact. Aku benar-benar merasa ada yang hilang. Perasaan itu bukan perasaan spesial. Hanya perasaan “terbiasa”. Perasaan yang paling sulit untuk dilupakan. Tak semudah melupakan cinta bagi ku. Sebagai orang yang terbuka, tanpa berpikir panjang aku meluapkan perasaan hilang itu di social media. Twitter. Ternyata kesalahpahaman itu berujung kepada kebencian yang akhirnya aku tahu tidak akan ada akhirnya. 

Pagi itu, ntah kenapa aku mencari nama ilham di daftar kontak bbm ku. Aku di hapus dari kontak bbm-nya. Bener-benar serangan jantung di pagi hari. Kicauan ku di social media, di blog pribadiku semakin liar. Aku benar-benar merasa hina. Hingga akhirnya aku tahu tidak akan pernah ada kata “sahabat” diantara aku dan dia. Apalagi kata “kita”. Akun twitterku di block darinya, twitter ilham di private. Kebencian membakarku sampai ke ubun-ubun. 

Sabtu, 12 Januari 2013

So.. what kind of relationship this is ?..

Diposting oleh NANDA di 3:06:00 PM 0 komentar

FRIENDSHIP BETWEEN A BOY AND A GIRL???
BIG HAHA untuk statement ini. Sampe detik ini gue masih nggak percaya sama hal-hal yang begituan. Perasaan bisa tumbuh kapan aja kan?? Makanya kadang wajar aja kalo cewek nggak suka pacarnya deket sama cewek lain walaupun itu “sahabat”-nya.

Persahabatan antara cowok dan cewek itu kadang mustahil. WHY? Impossible aja kalo ga ada setitik (?) perasaan. Namanya juga sering curhatan, sering nemenin kemana-mana.  Semacam chickenshit aja sih. 

Pernah denger kalimat sahabat jadi cinta?
Pernah denger nggak cerita “cidaha” gara-gara cinta ke  sahabat tapi takut ngungkapinnya soalnya takut juga persahabatan mereka rusak??
Pernah denger cerita cewek sama cowok yang terpaksa nyimpen perasaan mereka yang sebenernya saling sayang dengan alas an persahabatan??
Pernah denger statement, “NGGAKLAH. Mana mungkin aku punya perasaan sama dia. Dia itu sahabat aku.” ?

Kadang aneh .. liat dua orang beda gender yang mengatasnamakan hubungan mereka dengan status persahabatan tapi sharing yang kelewat intens. ntah curhat, chat atau otp-an. aneh aja. Lah kadang cewek sama cewek yang sahabatan dari dulu aja ngga sampe se-intens itu? Terus kalo bukan sahabat namanya apaa ??? Uhuk .. curcol.............

Kadang lucu aja ngeliat orang-orang di sekitar gue yang berkutat dengan permasalahan yang keliatannya sepele ini. Kebayang nggak sih perasaan pacar si cowok yang jelly abis sama sahabat (cewek) pacarnya sendiri ? Ribet ya… Bukan possessive, cuman ingin fair.

Jadi cewek itu susah. Nggak bisa langsung ngungkapin perasaan mereka. 
Jadi cewek itu susah. Cuman bisa dongkol ngeliatin sahabat mereka deketin cewek lain. 
Jadi cewek itu susah. Terpaksa stuck ngeliat orang yang disuka deket banget sama sahabat ... atau apalah itu statusnya. Uhukkk... jangan curcol nduuuddd hahahaha
 
Semacam pengalaman pribadi sih.. sebagai orang yang pernah jadi pacar dari cowok yang punya sahabat cewek. Dan seorang cewek yang ngenes liat sahabat cowoknya deketin cewek lain. Masa lalu. Dan juga sebagai cewek yang suka sama........
 

Melody of Life Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei