“Kak, gue lagi naksir sama anak yg satu kelas di MK
xxxxx. Cara ngedeketinnya gimana yaa, soalnya biasanya masalah utama gue, gue
naksir orang. Orang itu ga naksir gue. Gue udah ga naksir lagi, eh dia malah
nunjukin sinyal baik. Padahal kan gue gapunya feeling lagi.”
“Ndud, cowok itu mikir pake logika.”
“Lah terus???”
“Disaat elo naksir dia, cowok itu bingung. Dia butuh waktu
berpikir. Nah setelah dia kelar mikir, dia baru bisa ngambil kesimpulan. Disaat
dia udah ngerti apa yang harus dia lakuin, elo nya malah udah ga punya feeling
lagi. Jadi feel nya ga ketemu”
Gue diem. Mikir. Mencerna kata demi kata hahaha. Oh jadi
gitu kali yaa. Akhirnya gue dapet jawaban atas pertanyaan gue yang njelimet
itu.
“Tapi ndud, kalo elo emang bener suka, lo ga bakal secepat
itu kehilangan feeling. Di sini lo harus bisa bedain, mengagumi sama menyukai
dan mungkin mencintai”
“Terus bedanya apaaaa ???????????”
It was just a short and silly talks between my friend and i. But I got it.
At that time, he said "Ndud, guys think with his logic. if you want into them, you have to think with your logic too. After being in a relationship, then you can push or force him to think with feeling"
I don't know with these all. Too complicated, to be honest.... hehe-_-
0 komentar:
Posting Komentar