To be honest, I hate talking about the past.
Bukannya melupakan sih, tapi mikirin the past itu bikin perut melilit. Trust me!
Talking about the past, itu bukan tentang si ex, tapi lebih ke people yang ada disekeliling kita pada masa itu.
People yang udah kita anggap kayak sodara sendiri, people yang sampe sekarang ada di samping kita, atau mereka yang sengaja kita bunuh dari pikiran kita; karena satu dan lain hal, mungkin.
Kalo ada orang dari the past yang tiba-tiba menghubungi kita itu tiba-tiba bikin kita ngerasa kayak there’s so many butterflies in the stomach.
Nggak enak.
Bukannya mau memutuskan tali silaturahmi. Kebanyakan people from the past itu pernah buat gue ilfeel. I mean…. There’re many complicated stories behind it all.
“udah lama ya, hampir lima tahun”
Gue langsung melilit. Untuk people from the past, kebanyakan sih setelah udah mulai kenal lingkungan lain, kampus misalnya, jadi nggak sengaja terlupakan. Ga pernah saling kontak. Saling menyibukkan diri dengan hal-hal baru. Ini gue aja atau some of you juga ngerasain hal yang sama?
Untuk gue pribadi, hanya orang-orang tertentu yang masih gue “jaga” sampe dengan sekarang.
Mereka sahabat yang udah gue anggap kayak sodara sendiri.
Tapi untuk mereka yang pada masanya gue anggap sahabat, sekarang malah gue anggap sebagai orang asing. Kalo nggak sengaja ketemu, gue mending pura-pura ga liat, pura-pura ga sadar, dan atau pura-pura ga liat. Hidup gue penuh kepura-puraan ya,hm tapi ga gitu juga sih. Gue males basa-basi.
Satu hal lagi yang paling gue benci dari people from the past. Kalo ketemu di present begini pasti sok ramah.
“haaaai, apa kabaaaaar??? Long time no see yaa bla bla blaaaaa”
Gitu.
Yakalik ramah bingits, tapi behind us ngomongin dari belakang.
“iih si itu kok sekarang jadi gitu yaa..”
“eh tau nggak sekarang si anu tuh bla bla bla …”
Pret.
Munafik.
0 komentar:
Posting Komentar