kita pernah berada dalam satu perahu yang sama.
berlayar menuju tujuan dan impian yang satu.
saling merengkuh.
kita pernah meluapkan setetes air mata. untuk ombak yang mungkin akan memecah perahu kita.
bersama.
namun ada satu,
yang dengan sengaja ingin kita lupakan.
yang sengaja diabaikan sedari dulu.
ego mematahkan asa yang sebenarnya adalah kekuatan untuk terus melaju, bersama.
sang nahkoda terus memandang kedepan,
tanpa tahu ada sosok berkuasa yang meluluhlantakkan awaknya.
seperti biasa, dalam nyata kita sengaja membiarkan ego mengobrak-abrik pertahanan yang tersisa atas ombak yg pernah menerjang.
melukai satu demi satu diantara kita
menjadi asing satu sama lain.
terbiasa dengan tingkah acuh tak acuh
tertawa dalam dukanya.
berduka atas tawanya.
satu menatap nanar,
dua kubu yang saling melukai dalam diam,
yang saling menyakiti dalam tawa,
sengaja melupakan pernah menggoreskan memory yang sama.
sampai kapan ego akan menjadi penguasa antara kita? antara kalian?
sampai kapan kita saling mencoba saling membunuh dengan sapa dingin yang terucap?
tak bisakah asa merengkuh ego, membuatnya luluh dalam senyum dan tawa yang nyata?
entahlah.
aku hanya bisa tersenyum getir.
menanti sang ego berhenti berkuasa.
untuk kalian.
people who give me one year experience.
semoga menemukan jalan,
untuk melenyapkan ego yang berkuasa.
0 komentar:
Posting Komentar