Agustus 2003..
Riuh suara siswa mengalun dari tiap kelas. hari pertama untuk seorang siswi baru di smp pelita harapan, dinda anindya, tidak terlalu buruk. Ia memperhatikan sekeliling mencoba melihat apakah ada sosok teman yang ia kenal sebelumnya. tapi percuma. dinda baru saja mendarat di kota ini dikarenakan ayahnya telah dipanggil kembali ke indonesia setelah sebelumnya menghabiskan masa kecilnya di Aussie.
***
Dinda POV
Ah aku ngga sendirian disini. ternyata ada Julie juga yaa walaupun ngga sekelas. setidaknya diluar jam pelajaran aku bisa menggantungkan hidup aku disini.
"heh pinjemin gue penggaris di meja lo itu dong" lamunan Dinda buyar seketika. Dinda menoleh kebelakang bangkunya. Dika. Cowok yang kata temen-temennya termasuk anak yang cukup nakal. Dika menatap Dinda tajam.
"why do you stare at me like that???? youre so creepy" Dinda memalingkan muka.
" stare? ah ribet banget. sini ikutin gue, li-at. apa-an-sih-lo-liat-liat-gue??? gitu aja ga usah sok bule deh disini" Dinda mendengus kesal sambil memberikan penggaris tanpa menoleh kearah Dika lagi.
***
hari demi hari berganti. dan tanpa disadari, Dinda jatuh hati dengan kenakalan Dika. Entahlah, mata coklat Dika menghipnotis setiap gerak Dinda. Dinda berharap banyak, walaupun Dika benar-benar tidak menggubris keberadaan Dinda dan lebih tertarik dengan cewek-cewek populer lainnya.
***
kenaikan kelas pun tiba. dengan otak pintarnya Dinda berhasil masuk di kelas ungulan sma pelita harapan. kelas 2.1. Sementara Dika terdampar dikelas 2.4 jauh dari kelas Dinda. Dinda menatap sekeliling kelas dengan lesu. Walaupun dikelas ini Dinda berhasil duduk sebangku dengan Julie, teman masa kecilnya.
Di kelas inilah Dinda bertemu dengan teman-teman yang berbeda karakter, tapi bisa berbaur dan dengan sengaja membentuk kelompok sendiri.
Tawa riang pun menyelimuti hari-hari mereka hingga suatu hari Dinda mengetahui bahwa Dika telah Berpacaran dengan Julie, sahabatnya.
"lo jadian sama dika?" bisik Dinda ditengah pelajaran.
"sorry...." gumam Julie terpaksa. Dinda diam membatu. meneruskan catatan di depan papan tulis kelas.
konflik dimulai. Tak sedikitpun Dinda menegur Julie. keesokan harinya. Dinda mendengar kabar kalo Dika-Julie-END.
"gue ga bermaksud bohongin elo dinda, gue cuma bingung. gue sendiri ga ngerti sama perasaan gue ke dika. semuanya terjadi begitu aja. dan sorry banget kemarin gue ngambil keputusan bodoh. gue sama dika udah akhirin semua ini. maafin gue udah main rahasiaan sama lo. gue janji ini yang terakhir"
***
pernah ku simpan jauh rasa ini
berdua jalani cerita..
kau ciptakan mimpiku
......
ku harus relakan mu
melupakan senyummu
semua tentangmu tentangku
hanya harap.....
lagu peter pan terdengar dari depan kelas 2.4. Dika yang memegang gitar tampak begitu bersinar dari kejauhan. Pas sekali dengan suasana hati Dinda yang tak menentu. Andika Adhitya. youre just a dream.
***
cerita tentang Dika semakin jauh dari hari hari Dinda. kesibukan menjelang ujian akhir membuat Dinda terpaksa melenyapkan harapan harapan yang sejak dulu Dinda tanam.
***
Februari 2006
"Ry, kalo seandainya gue amnesia. lo bawain aja Dika ke depan gue. pasti gue langsung inget kok siapa diri gue hehehe" Erry, Dewi dan Selly, teman belajar Dinda di tingkat akhir smp ini.
"ah lo mah lebay banget sih Din, udah ah cari lagi kek yang laen masa itu mulu dari dulu...m" Erry protes keras.
"Gue bingung sama lo Din. hari ini mikirin Dika. ntar besok cerit tentang Agung, besoknya lagi cerita tentang Ryan. Jadi sebenernya lo fokus kemana sih???" Dewi yang biasanya hanya menjadi pendengar yang baik sekarang ikutan protes.
Dinda hanya tersenyum. bingung.
***
Akhirnya hari hari yang ditunggu pun tiba. SMP pelita harapan lulus 100%.
***
Agustus 2006
"pokoknya gue harus jadian sama cowok itu harussssss!" ungkap Dinda nyaris menjerit.
"Gue kenal sama dia. Sepupu gue Dinnnnn" Kata widya sambil menulis form pendaftaran SMA Pelita Harapan.
"Baru sehari disini keliatannya lo udah lupa sama dika. dunia ga selebar daun kelor kan din?" Sindir Cyntia. Dinda keki.
***
Mei 2007
Dear diary...
hari ini gue ketemu cinta lama gue di liga sma. dia masih sama kayak 3 tahun yang lalu. lebih rapi.
dia sempet deketin gue ngobrol dan ngeledekin gue anak bunda. dia cerita kalo dia udah jadian sama temen smp dulu. Winda.
gue denger cerita sih kalo awalnya mereka kaya kucing sama anjing. selalu berantem. tapi lama kelamaan segala hal bisa berubah kan?
Akhirnya gue bisa ngobrol bebas tanpa dag dig dug. tanpa perasaan aneh yang dulu sempet ada di hampir selama 1000 hari.
Dan, seenggaknya gue sekarang punya seseorang yang buat hidup ge lebih beruntung hehe
im the "lucky girl".
***
Januari 2014
Dinda melihat notifikasi di layar iphonenya. bbm invitation. Andhika Adhitya?
***
Medio Januari 2014
"Dinda apa kabar?" Chat masuk dari Dika, Andhika Adhitya.
"baik dik, kamu gimana?"
"aku juga. kuliah atau udah kerja skrg?"
"aku masih lanjut kuliah. sambil kerja juga sih. kamu gimana?"
"aku belom selesai din. aku doain semoga kmu sukses yaaaa"
"hahaha iya. amin makasih. masih sama winda?
"enggak. dia udah sama yang lain din" aku terdiam sejenak. nyaris 5 tahun dan kandas gitu aja??? Dinda menghela nafas dan kembali membalas chat itu.
"oh ya ampun sayang banget yaa. sukses terus dik!"
"kamu juga ya din"
the chat has already end.
Dinda tersenyum. Flashback ke masa-masa bodohnya membuat dirinya mentertawai sempitnya pemikirannya dulu . dan senyumnya semakin melebar melihat LINE chat di iphone nya.
im the real "lucky girl".
0 komentar:
Posting Komentar