Jam 6 kurang 10 menit . lebih cepat dari jam biasa pulang kampus . seperti biasa , aku pun pulang kerumah dengan indri, teman ku . Walau pun sempet milih angkot, akhirnya aku pun naik angkot dengan sopir angkot Pak Tua , begitulah aku memanggilnya .
Angkot pun terjebak dalam lampu merah . di jalan angkatan 45 . Lamunan ku tersentak dengan suara-suara kecil ..
“pak .. pakk boleh ikut yah .. Cuma berdua kok pak ..”sahut anak kecil itu .
Pak tua hanya menoleh sekilas kemudian tetap menatap ke depan .
“pak..pakk .. boleh ikut yaa .. Cuma dua kok ..”kembali anak itu meminta .
Pak tua pun menoleh kembali, kemudian menganggukkan kepalanya .
Aku bersyukur dalam hati .
Anak kecil itu pun langsung naik ke dalam angkot bersama temannya dengan raut wajah yang amat sangat gembira . sangat gembira .
Aku pun mengamati dua anak kecil itu .
Yang pertama mungkin sekitar kelas 4 atau kelas 5 SD . itupun kalau ia masih sekolah . memakai peci , baju dan celana yang lusuh . membawa kotak sumbangan . pandangannya dingin . diam tak bersuara . seakan memikirkan kehidupannya saat ini dan selanjutnya .
Yang kedua .. anak kecil dengan wajah tanpa dosa . kalaupun masih sekolah.. mungkin sekitar kelas 1 .. kelas 2 .. ataupun kelas 3 SD . aku tak tau pasti . hanya bisa menerka dalam pikiran ku saat itu . anak itu memakai baju dan celanah lusuh pula . menggendong tas ransel yang juga begitu lusuh . aku memperhatikan kukunya yang sedikit panjang dan hitam . mungkin debu-debu jalanan berebut masuk kedalam kuku anak kecil itu .
Entah kenapa saya begitu miris . air mata hanya dapat tumpah di mata hati saya . aroma dari anak-anak itu aroma matahari . aroma kelelahan .
Entah lah .. dimana orang tua mereka . sanak sodara mereka .. atau mereka memang bekerja sebagai peminta sumbangan untuk membantu sekedar makan keluarganya ?
Ataukah mereka hanyalah anak-anak sebatang kara yang mencoba mencri seperak demi seperak untuk sesuap nasi ?? AKU TAK TAUU ..
Beribu kemungkinan muncul di benakku .
Apa yang ada di pikiran anak yang belum baligh itu sekali pun ??
Dengan kesulitan kesulitan sehari-harinya, ia tetap bisa tersenyum . senyum tanpa dosa aku menyebutnya . senyum yang mampu mengoyak hati kecilku .
Tiba-tiba sopir angkot itu pun memberhentikan angkotnya tiba-tiba di simpang lampu merah piolda . padahal tak ada penumpang yang ingin berhenti . Oh .. aku akhirnya tau bahwa anak-anak itu lah yang berhenti . sopir aangkot itu sangat hapal . mungkin mereka pernah bertemu sebelumnya ..
Anak anak itu pun turun dengan riangnya . tanpa beban sedikit pun . bersamaan mereka menutup pintu dengan keras sambil berkata “MAKASIH YA PAKK .. MAKASIHH” . mereka berterimakasih sambil menyunggingkan senyum mereka yang lepas . TULUS . IKLAS .. ahh semoga mereka diberi kemudahan oleh Allah .. dan semoga pak tua itu pun berlimpah rezekinya .. Amin ..
Itu hanyalah sejumput kisah hidup anak manusia di dunia ini . masih banyak mereka yang tidak bisa mendapatkan apa yang kita miliki sampai saat ini . tapi mereka tetap bersyukur . tetap berterimakasih untuk hidupnya
.
Yah .. itulah mereka .
Apa kita bisa seperti mereka ?
tetap bersyukur dan berterimakasih atas hidup yang telah diberikan ???
Apa kita bisa terus hidup tanpa mengeluh ??