Selasa, 06 Juli 2010

Hujan Bulan Juni

Diposting oleh NANDA di 3:26:00 PM 0 komentar
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni 
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu


tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni 
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu


tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni 
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

*Sapardi Djoko Damono

SAJAK SAJAK KECIL TENTANG CINTA

Diposting oleh NANDA di 3:17:00 PM 0 komentar
/1/
mencintai angin
harus menjadi siut
mencintai air
harus menjadi ricik
mencintai gunung
harus menjadi terjal
mencintai api
harus menjadi jilat

/2/
mencintai cakrawala
harus menebas jarak

/3/
mencintai-Mu
harus menjelma aku

*Sapardi Djoko Damono

cerita ku pada JULI

Diposting oleh NANDA di 2:15:00 PM 0 komentar
JULI ku .
ketika waktu berjalan tanpa disadari ..
ketika waktu terus berlari tanpa henti mengejar akhir ..

aku sang PEMIMPI .
terus mencoba tetap berada pada dunia mimpiku .
ntah lah ..
rasanya tak mampu terus bertahan di dunia nyata yang penuh dengan KEMUNAFIKAN .

raga ku tetap di dunia nyata .
pikiran ku, hati ku .. di mimpi ku ...

aku LELAH heii JULII !!!
adakah sedikit waktu untuk ku menghela nafas sejenak ??

TANYA KU TAK PERNAH TERJAWAB DI DUNIA NYATA .

Kamis, 01 Juli 2010

KISAH : Anak kecil dan sopir angkot

Diposting oleh NANDA di 11:46:00 AM 0 komentar
Jam 6 kurang 10 menit . lebih cepat dari jam biasa pulang kampus . seperti biasa , aku pun pulang kerumah dengan indri, teman ku . Walau pun sempet milih angkot, akhirnya aku pun naik angkot dengan sopir angkot Pak Tua , begitulah aku memanggilnya .

Angkot pun terjebak dalam lampu merah . di jalan angkatan 45 . Lamunan ku tersentak dengan suara-suara kecil ..
“pak .. pakk boleh ikut yah .. Cuma berdua kok pak ..”sahut anak kecil itu .
Pak tua hanya menoleh sekilas kemudian tetap menatap ke depan .
“pak..pakk .. boleh ikut yaa .. Cuma dua kok ..”kembali anak itu meminta .
Pak tua pun menoleh kembali, kemudian menganggukkan kepalanya .
Aku bersyukur dalam hati .

Anak kecil itu pun langsung naik ke dalam angkot bersama temannya dengan raut wajah yang amat sangat gembira . sangat gembira .
Aku pun mengamati dua anak kecil itu .
Yang pertama mungkin sekitar kelas 4 atau kelas 5 SD . itupun kalau ia masih sekolah . memakai peci , baju dan celana yang lusuh . membawa kotak sumbangan . pandangannya dingin . diam tak bersuara . seakan memikirkan kehidupannya saat ini dan selanjutnya .

Yang kedua .. anak kecil dengan wajah tanpa dosa . kalaupun masih sekolah.. mungkin sekitar kelas 1 .. kelas 2 .. ataupun kelas 3 SD . aku tak tau pasti . hanya bisa menerka dalam pikiran ku saat itu . anak itu memakai baju dan celanah lusuh pula . menggendong tas ransel yang juga begitu lusuh . aku memperhatikan kukunya yang sedikit panjang dan hitam . mungkin debu-debu jalanan berebut masuk kedalam kuku anak kecil itu .
Entah kenapa saya begitu miris . air mata hanya dapat tumpah di mata hati saya . aroma dari anak-anak itu aroma matahari . aroma kelelahan . 

Entah lah .. dimana orang tua mereka . sanak sodara mereka .. atau mereka memang bekerja sebagai peminta sumbangan untuk membantu sekedar makan keluarganya ?
Ataukah mereka hanyalah anak-anak sebatang kara yang mencoba mencri seperak demi seperak untuk sesuap nasi ?? AKU TAK TAUU ..
Beribu kemungkinan muncul di benakku .

Apa yang ada di pikiran anak yang belum baligh itu sekali pun ??
Dengan kesulitan kesulitan sehari-harinya, ia tetap bisa tersenyum . senyum tanpa dosa aku menyebutnya . senyum yang mampu mengoyak hati kecilku .

Tiba-tiba sopir angkot itu pun memberhentikan angkotnya tiba-tiba di simpang lampu merah piolda . padahal tak ada penumpang yang ingin berhenti . Oh .. aku akhirnya tau bahwa anak-anak itu lah yang berhenti . sopir aangkot itu sangat hapal . mungkin mereka pernah bertemu sebelumnya ..

Anak anak itu pun turun dengan riangnya . tanpa beban sedikit pun . bersamaan mereka menutup pintu dengan keras sambil berkata “MAKASIH YA PAKK .. MAKASIHH” . mereka berterimakasih sambil menyunggingkan senyum mereka yang lepas . TULUS . IKLAS .. ahh semoga mereka diberi kemudahan oleh Allah .. dan semoga pak tua itu pun berlimpah rezekinya .. Amin ..

Itu hanyalah sejumput kisah hidup anak manusia di dunia ini . masih banyak mereka yang tidak bisa mendapatkan apa yang kita miliki sampai saat ini . tapi mereka tetap bersyukur . tetap berterimakasih untuk hidupnya 
.
Yah .. itulah mereka . 

Apa kita bisa seperti mereka ?
tetap bersyukur dan berterimakasih atas hidup yang telah diberikan ???
Apa kita bisa terus hidup tanpa mengeluh ??
 

Melody of Life Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei